Penipuan Wall Charger Di Surabaya, BYD Buka Suara!

Penipuan Wall Charger Di Surabaya, BYD Buka Suara!

Penipuan Wall Charger Di Surabaya, BYD Buka Suara Yang Melibatkan Oknum Sales Mereka Yang Tidak Sesuai Prosedur. Kasus dugaan Penipuan Wall Charger kendaraan listrik di Surabaya menyedot perhatian publik. Terutama para pemilik mobil listrik. Nama BYD ikut menjadi sorotan setelah muncul laporan konsumen yang merasa di rugikan. Terlebihnya akibat pembelian wall charger yang di klaim sebagai produk resmi. Namun ternyata bermasalah. Menanggapi hal tersebut, pihak BYD akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi tegas. BYD menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan terkait dugaan penipuan tersebut. Dan yang melibatkan oknum sales. Namun perusahaan menegaskan bahwa transaksi yang dilakukan tidak sesuai prosedur resmi. Serta bukan penjualan resmi dari BYD. Pernyataan ini penting untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Tentunya agar tidak tertipu seperti Penipuan Wall Charger ini.

Laporan Penipuan Berawal Dari Konsumen Di Surabaya

Fakta pertama, kasus ini bermula dari laporan konsumen di Surabaya yang merasa tertipu setelah membeli wall charger kendaraan listrik. Produk tersebut di janjikan sebagai wall charger resmi dengan spesifikasi tertentu. Kemudian yang lengkap dengan iming-iming pemasangan dan garansi. Namun setelah transaksi dilakukan, barang yang di terima tidak sesuai dengan klaim awal. Bahkan, ada konsumen yang mengaku tidak mendapatkan produk sama sekali meski telah melakukan pembayaran. Kasus ini kemudian ramai di perbincangkan. Dan di kaitkan dengan nama BYD sebagai merek kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

BYD Akui Terima Laporan, Libatkan Oknum Sales

Fakta kedua, BYD membenarkan telah menerima laporan resmi terkait kasus tersebut. Dalam pernyataannya, pihak BYD menyebut bahwa laporan yang masuk memang menyebut keterlibatan oknum sales yang mengatasnamakan produk BYD. Meski begitu, BYD menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut melakukannya di luar sepengetahuan dan pengawasan perusahaan. Oknum tersebut menyebut tidak menjalankan prosedur internal yang berlaku. Dan yang tidak tercatat dalam sistem penjualan resmi wall charger BYD. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa perusahaan tidak menutup mata. Serta yang tetap menindaklanjuti laporan konsumen secara serius.

Transaksi Tidak Sesuai Prosedur Dan Bukan Penjualan Resmi

Fakta ketiga yang di tekankan BYD adalah bahwa penjualan wall charger tersebut tidak sesuai prosedur resmi perusahaan. BYD memiliki mekanisme penjualan, pemasangan. Terlebihnya hingga layanan purna jual yang jelas dan terdokumentasi. Dalam kasus ini, transaksi dilakukan secara personal tanpa melalui kanal resmi. Tentunya tanpa invoice perusahaan, dan tanpa proses instalasi yang mengikuti standar keselamatan. Karena itu, BYD menegaskan bahwa penjualan tersebut. Namun bukan bagian dari aktivitas bisnis resmi mereka. Klarifikasi ini penting untuk membedakan antara produk resmi BYD. Serta dengan transaksi ilegal yang mencatut nama perusahaan demi keuntungan pribadi.

Imbauan BYD Kepada Konsumen Agar Lebih Waspada

Fakta keempat, BYD mengimbau seluruh konsumen untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian aksesoris kendaraan listrik. Terutama hal ini yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna dan kelistrikan rumah. Dan pihak mereka menyarankan konsumen hanya melakukan pembelian melalui dealer resmi. Atau dengan jalur yang telah di tentukan perusahaan. Selain itu, konsumen di minta memastikan adanya dokumen resmi, bukti pembayaran sah. Serta informasi pemasangan yang jelas. Karena perusahaan juga membuka jalur komunikasi bagi konsumen yang merasa di rugikan.

Terlebihnya agar kasus serupa dapat segera di tangani dan tidak kembali terulang. Kasus ini tentu menjadi pelajaran penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Dan klarifikasi dari BYD menegaskan bahwa perusahaan tidak terlibat dalam transaksi ilegal tersebut. Meski tetap bersikap kooperatif dengan menerima laporan dan menelusuri keterlibatan oknum sales. Di era elektrifikasi kendaraan, transparansi dan kewaspadaan menjadi kunci. Konsumen di harapkan lebih teliti. Sementara perusahaan di tuntut terus memperkuat edukasi publik. Terlebihnya agar kepercayaan terhadap ekosistem kendaraan listrik tetap terjaga.

Jadi itu dia beberapa fakta BYD Surabaya yang buka suara akan Penipuan Wall Charger.