Tahan Banting? Review Jujur Baleno 2021 Setelah 52 Ribu Km

Tahan Banting? Review Jujur Baleno 2021 Setelah 52 Ribu Km

Tahan Banting? Review Jujur Baleno 2021 Setelah 52 Ribu Km Dan Hal Tersebut Di Sampaikan Sendiri Oleh Pemiliknya. Halo Para Calon Pembeli Mobil dan Penggemar Otomotif! Ketika sebuah mobil baru keluar dari dealer. Maka semua tampak mulus dan sempurna. Namun, ujian sesungguhnya dari sebuah kendaraan baru bukanlah pada hari pertama. Akan tetapi melainkan setelah menempuh ribuan kilometer. Nah, hari ini kita akan membongkar tuntas rahasia performa. Serta durabilitas Suzuki Baleno 2021 yang telah di andalkan menempuh jarak yang signifikan. Pertanyaannya hanya satu: Tahan Banting? Dengan angka odometer yang sudah menyentuh lebih dari 52.000 Km. Dan mobil ini telah melewati berbagai kondisi jalan, kemacetan harian. Serta mungkin, beberapa perjalanan jauh yang menantang. Inilah saatnya untuk mendengar Review Jujur langsung dari pemiliknya. Simak ulasan mendalam ini sebelum anda memutuskan untuk meminang Baleno 2021!

Mengenai ulasan tentang Tahan Banting? review jujur Baleno 2021 setelah 52 ribu km telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Berkendara Sangat Halus Dan Stabil

Tentunya hal ini di ketahui setelah menempuh jarak 52.000 km masih memberikan kesan yang sangat halus dan stabil. Jadi sebuah karakter yang membuat mobil ini nyaman di gunakan baik untuk perjalanan harian di dalam kota. Maupun perjalanan jarak jauh. Dan halusnya rasa berkendara datang dari perpaduan suspensi yang empuk namun tetap kokoh. Serta mesin yang minim getaran. Kemudian juga perawatan yang konsisten. Suspensi depan tipe MacPherson Strut. Terlebih dengan belakang Torsion Beam mampu meredam guncangan dari jalan berlubang. Ataupun bergelombang tanpa membuat mobil terasa oleng, sehingga penumpang tetap nyaman. Mesinnya yang menggunakan kode K15B berkapasitas 1.5 liter di kenal bertenaga namun halus. Karena dengan suara yang tetap terjaga lembut berkat pergantian oli rutin sesuai jadwal servis. Respons pedal gas terasa mulus berkat sistem throttle elektronik. Sehingga akselerasi tidak tersendat dan perpindahan kecepatan.

Tahan Banting? Review Jujur Dari Pemilik Baleno 2021 Setelah 52 Ribu Km

Kemudian juga masih membahas Tahan Banting? Review Jujur Dari Pemilik Baleno 2021 Setelah 52 Ribu Km. Dan fakta review lainnya adalah:

Efisiensi BBM Tinggi

Review satu ini setelah menempuh jarak 52.000 km masih menjadi salah satu keunggulan utama yang di rasakan pemiliknya. Mobil ini di bekali mesin bensin 1.5 liter K15B yang terkenal irit. Terutama jika di bandingkan dengan mesin berkapasitas sama di segmen hatchback lainnya. Dan Mesin empat silinder ini mengandalkan sistem Multi Point Injection (MPI). Terlebih yang mengatur suplai bahan bakar secara presisi sesuai kebutuhan. Sehingga konsumsi tetap hemat baik di kecepatan rendah maupun tinggi. Dalam penggunaan harian di dalam kota dengan lalu lintas padat. Tentu ia mampu mencatat konsumsi rata-rata sekitar 12–14 km/liter. Namun tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan. Sementara di jalur tol atau perjalanan luar kota dengan kecepatan konstan 80–100 km/jam. Dan angka konsumsi bisa meningkat hingga 18–20 km/liter. Efisiensi ini di dukung oleh bobot kendaraan yang tergolong ringan untuk ukuran hatchback di kelasnya.

Terlebihnya yaitu sekitar 935–955 kg. Sehingga mesin tidak perlu bekerja terlalu berat untuk menggerakkan mobil. Transmisi otomatis CVT (pada varian tertentu) juga berperan besar dalam menjaga efisiensi. Karena mampu menyesuaikan rasio gigi secara halus. Dan optimal agar putaran mesin tetap rendah saat melaju. Bagi yang menggunakan transmisi manual, perpindahan gigi yang tepat waktu. Misalnya di bawah 2.500 rpm. Maka akan semakin menghemat bahan bakar. Selain itu, desain aerodinamika bodi yang ramping membantu mengurangi hambatan angin. Serta membuat mobil lebih mudah mempertahankan kecepatan tanpa membutuhkan banyak tenaga. Setelah 52.000 km pemakaian, efisiensi ini tetap terjaga berkat perawatan yang konsisten. Pemilik yang rutin melakukan servis berkala. Kemudian mengganti filter udara sesuai jadwal, menjaga tekanan angin ban tetap ideal. Dan juga menghindari beban berlebih, akan terus menikmati konsumsi bahan bakar yang rendah.

Ulasan Baleno 2021 Jarak Selama 52.000 Kilometer

Selain itu, masih membahas Ulasan Baleno 2021 Jarak Selama 52.000 Kilometer. Dan ulasan lainnya adalah:

Bodi Mudah Penyok

Setelah menempuh jarak 52.000 km, salah satu keluhan yang cukup sering muncul dari pemiliknya. Tentunya adalah bodinya yang tergolong mudah penyok. Karakter ini bukan berarti kualitas mobilnya buruk. Namun melainkan akibat penggunaan material pelat bodi yang relatif tipis demi mencapai bobot kendaraan yang ringan. Dan juga efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Dan bobot totalnya yang berada di kisaran 935–955 kg sebagian besar di peroleh dari strategi pabrikan. Serta yang mengurangi ketebalan panel logam di bagian pintu, fender, dan kap mesin. Dalam praktik sehari-hari, pelat tipis ini membuat mobil lebih rentan mengalami penyok. Ataupun juga dengan lekuk ketika terkena benturan ringan. Contohnya seperti tersenggol motor di parkiran, terbentur pintu mobil lain. Ataupun yang terkena dorongan keranjang belanja. Bahkan, beberapa pemilik melaporkan penyok bisa muncul. Terlebihnya hanya karena tekanan tangan yang cukup kuat di area tertentu.

Meski cat bawaan Suzuki Baleno cukup baik dalam hal kilap. Dan daya tahan terhadap cuaca. Kemudian sifat pelat yang tipis membuat kerusakan fisik lebih mudah terjadi. Meskipun lapisan cat masih utuh. Kondisi ini berarti pemilik harus lebih berhati-hati dalam memilih lokasi parkir, terutama di tempat yang sempit atau ramai. Parkir di area dengan sirkulasi kendaraan padat meningkatkan risiko tersenggol, yang bisa langsung meninggalkan bekas di bodi. Untuk mengurangi dampak, sebagian pemilik memasang pelindung pintu (door guard) atau lapisan film pelindung bodi (paint protection film). Dan meski tidak mencegah penyok, dapat meminimalkan kerusakan cat. Dari sisi perbaikan, penyok ringan pada Baleno biasanya di perbaiki dengan teknik paintless dent repair (PDR) tanpa perlu pengecatan ulang, sehingga biaya tetap terkontrol. Namun, frekuensi terjadinya penyok pada mobil ini memang relatif lebih tinggi. Jika di bandingkan hatchback lain yang pelatnya tebal.

Ulasan Baleno 2021 Jarak Selama 52.000 Kilometer Dengan Berbagai Penilaian

Selanjutnya juga masih membahas Ulasan Baleno 2021 Jarak Selama 52.000 Kilometer Dengan Berbagai Penilaian. Dan penilaian lainnya adalah:

Isolasi Suara Kurang Optimal

Setelah menempuh jarak 52.000 km, banyak pemiliknya mencatat bahwa isolasi suara kabinnya tergolong kurang optimal. Artinya, suara dari luar kendaraan. Baik itu suara ban, mesin, maupun lalu lintas. Dan juga lebih mudah masuk ke dalam kabin. Jika di bandingkan dengan beberapa pesaing di segmen hatchback. Kondisi ini cukup terasa terutama ketika berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Atau melintasi permukaan jalan yang kasar. Faktor utama yang memengaruhi hal ini adalah penggunaan material peredam suara yang relatif minim di beberapa bagian mobil. Panel pintu, lantai kabin, dan area fender tidak di lapisi insulasi tebal.

Sehingga getaran dan kebisingan dari ban. Ataupun juga dengan benturan kerikil pada kolong lebih mudah terdengar. Bobot kendaraan yang ringan salah satu strategi Suzuki untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan secara tidak langsung juga membuat peredaman suara berkurang. Karena lapisan peredam tambahan biasanya akan menambah berat. Pada kecepatan rendah di dalam kota, kebisingan ini tidak terlalu mengganggu. Akan tetapi saat mencapai 80–100 km/jam di jalan tol, suara angin di sekitar pilar A. Dan atap mulai terdengar jelas. Selain itu, suara putaran mesin pada akselerasi tinggi juga cukup terdengar di kabin. Terutama pada varian transmisi CVT yang mempertahankan putaran mesin di kisaran tertentu untuk menjaga tenaga.

Nah itu dia review jujur setelah melewati 52 km menggunakan Baleno 2021 yang katanya Tahan Banting.