
Sering Kecelakaan, Warga Depok “Terpaksa” Adukan Ke Dedi
Sering Kecelakaan, Warga Depok “Terpaksa” Adukan Ke Dedi Mulyadi Mengenai Jalan Rusak Yang Sangat Membahayakan. Kondisi Jalan Raya Jakarta–Bogor di wilayah Kota Depok kembali menjadi sorotan publik. Dan jalan nasional yang seharusnya menjadi jalur utama penghubung antarwilayah ini justru di penuhi lubang. Kemudian dengan permukaan bergelombang, dan tambalan yang tidak rata. Akibatnya, Sering Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi. Terutama melibatkan pengendara sepeda motor. Merasa keluhan mereka tak kunjung di tindaklanjuti, warga Depok akhirnya “terpaksa” mengadukan persoalan ini ke Dedi Mulyadi. Terlebih ia adalah sosok publik figur yang di kenal aktif menyuarakan persoalan masyarakat di media sosial. Aduan ini pun viral dan memicu diskusi luas soal tanggung jawab perbaikan jalan nasional. Tentunya yang berada di kawasan perkotaan padat. Berikut fakta-fakta yang terjadi di lapangan ini yang Sering Kecelakaan terkait rusaknya Jalan Raya Jakarta–Bogor di Kota Depok.
Lubang Jalan Jadi Pemicu Utama Kecelakaan
Fakta paling mencolok dari Jalan Raya Jakarta–Bogor adalah banyaknya lubang dengan kedalaman bervariasi. Lubang-lubang ini tersebar di sejumlah titik, terutama di jalur lambat dan area yang sering di lalui kendaraan berat. Saat hujan turun, lubang tersebut tertutup genangan air. Sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Warga menyebut kecelakaan sering terjadi pada malam hari atau saat hujan deras. Pengendara motor kerap kehilangan keseimbangan. Ketika roda menghantam lubang secara tiba-tiba. Tidak sedikit pula pengemudi mobil yang harus melakukan pengereman mendadak. Kemudian yang memicu tabrakan beruntun. Kondisi ini di nilai sangat membahayakan, apalagi jalan tersebut di lalui ribuan kendaraan setiap harinya.
Tambalan Aspal Di Nilai Asal-Asalan
Selain lubang jalan, kualitas tambalan aspal juga menjadi sorotan warga. Banyak bagian jalan yang terlihat sudah di tambal. Namun hasilnya tidak rata dan justru menimbulkan gelombang baru. Dalam beberapa kasus, tambalan cepat rusak hanya dalam hitungan minggu. Warga menilai perbaikan yang dilakukan selama ini bersifat sementara dan tidak menyentuh akar masalah. Aspal yang mengelupas kembali membuat permukaan jalan semakin tidak nyaman di lalui. Pengendara motor mengaku harus ekstra waspada. Karena perbedaan ketinggian jalan bisa membuat motor oleng. Tambalan yang tidak rapi ini menimbulkan kesan bahwa perbaikan hanya dilakukan untuk menggugurkan kewajiban. Namun bukan demi keselamatan pengguna jalan.
Jalur Vital Tapi Minim Perhatian
Jalan Raya Jakarta–Bogor merupakan jalur nasional strategis yang menghubungkan Jakarta, Depok, dan Bogor. Selain kendaraan pribadi, jalan ini dilalui angkutan umum, logistik. Terlebihnya hingga kendaraan berat setiap hari. Ironisnya, kondisi jalan justru jauh dari kata layak.
Warga mempertanyakan minimnya perhatian terhadap jalan vital ini, padahal dampaknya sangat luas. Aktivitas ekonomi, mobilitas pekerja. Dan hingga keselamatan pengguna jalan di pertaruhkan setiap hari. Kerusakan jalan juga memperparah kemacetan. Karena kendaraan harus melambat atau menghindari lubang. Ketidakjelasan pihak yang bertanggung jawab apakah pusat atau daerah.Kemudian yang kerap menjadi alasan lambannya penanganan di lapangan.
Aduan Ke Dedi Jadi Jalan Terakhir Warga
Merasa lelah melapor ke berbagai pihak tanpa hasil nyata. Kemudian warga akhirnya mengadukan masalah ini ke Dedi Mulyadi melalui media sosial. Langkah ini disebut sebagai bentuk keputusasaan, bukan sensasi. Warga berharap suara mereka bisa lebih di dengar. Ketika di sampaikan oleh figur publik dengan jangkauan luas. Aduan tersebut langsung menarik perhatian warganet. Dan memicu diskusi soal buruknya infrastruktur jalan di kawasan penyangga ibu kota. Banyak pengguna jalan lain turut membagikan pengalaman serupa, menegaskan bahwa masalah ini bukan kasus terisolasi.
Warga berharap aduan ini bisa menjadi pemicu percepatan perbaikan jalan secara menyeluruh. Namun bukan sekadar tambal sulam. Hal ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung di benahi. Jalan Raya Jakarta–Bogor bukan sekadar jalur penghubung. Namun melainkan nadi mobilitas ribuan orang setiap hari. Tanpa perbaikan serius dan berkelanjutan, risiko kecelakaan akan terus mengintai. Warga kini menunggu bukti nyata. Terlebih yang di harapkan bukan sekadar janji, agar jalan utama ini kembali aman dan layak di lalui.
Jadi itu dia beberapa fakta mengenai warga yang terpaksa laporkan jalanan jalanan rusak ke Dedi Mulyadi yang Sering Kecelakaan.