Barcelona Lolos ke Perempat Final Copa del Rey

Barcelona Kembali Menunjukkan Mental Juara Mereka di Ajang Copa del Rey dengan Memastikan Kelolosan ke Babak Perempat Final Musim 2025/2026,

Barcelona Kembali Menunjukkan Mental Juara Mereka di Ajang Copa del Rey dengan Memastikan Kelolosan ke Babak Perempat Final Musim 2025/2026. Bermain di markas Racing Santander, Blaugrana tampil sabar dan disiplin meski mendapat tekanan dari tuan rumah, membuktikan bahwa pengalaman serta kualitas skuad menjadi modal penting dalam menghadapi laga sistem gugur yang sarat potensi kejutan.

Barcelona memastikan langkah mereka ke babak perempat final Copa del Rey musim 2025/2026 setelah menundukkan Racing Santander dengan skor 2-0 di Stadion El Sardinero. Laga babak 16 besar ini berlangsung pada Kamis (15/1/2026) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Meski menghadapi tim dari kasta kedua Liga Spanyol, Blaugrana tetap harus bekerja keras sebelum akhirnya memastikan kemenangan yang menghindarkan mereka dari kejutan memalukan.

Hasil ini menjadi bukti bahwa Barcelona tampil lebih matang dan berhati-hati dalam menghadapi pertandingan sistem gugur. Copa del Rey dikenal sebagai ajang yang sering menghadirkan kejutan, terutama ketika tim besar bertemu lawan yang secara kualitas berada di bawah. Barcelona sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Racing Santander, namun pengalaman dan kedalaman skuad akhirnya menjadi pembeda.

Kemenangan ini juga terasa semakin penting karena rival abadi mereka, Real Madrid, telah lebih dulu tersingkir dari kompetisi yang sama. Blaugrana pun sukses menjaga asa untuk mempertahankan gelar sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat juara Copa del Rey musim ini.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Efektivitas

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Efektivitas menjadi gambaran jelas jalannya 45 menit awal pertandingan di El Sardinero. Barcelona tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan, namun kesulitan mengonversi penguasaan bola menjadi peluang berbahaya akibat rapatnya pertahanan Racing Santander yang bermain disiplin dan terorganisir.

Sejak awal pertandingan, Barcelona langsung mengambil inisiatif permainan. Penguasaan bola di dominasi oleh tim tamu dengan skema operan pendek yang menjadi ciri khas permainan mereka. Racing Santander memilih pendekatan yang lebih defensif, menumpuk pemain di lini belakang dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mencuri peluang.

Meski mendominasi, Barcelona kesulitan menciptakan peluang bersih pada babak pertama. Pergerakan para penyerang kerap terhenti di sepertiga akhir lapangan karena disiplin tinggi lini pertahanan Racing. Jarak antarpemain tuan rumah sangat rapat, membuat ruang tembak bagi Barcelona nyaris tidak tersedia.

Lamine Yamal dan Raphinha beberapa kali mencoba membongkar pertahanan melalui sisi sayap. Namun, umpan-umpan silang yang dilepaskan masih mampu diantisipasi dengan baik oleh bek Racing Santander. Marcus Rashford yang diplot sebagai ujung tombak juga belum mendapatkan suplai bola matang untuk mengancam gawang.

Di sisi lain, Racing Santander tampil cukup berani ketika mendapatkan bola. Mereka tidak sepenuhnya bertahan, melainkan sesekali melakukan penetrasi ke area pertahanan Barcelona. Meski tidak menghasilkan peluang berbahaya, pendekatan ini cukup efektif untuk mengganggu ritme permainan Blaugrana.

Hingga peluit turun minum di bunyikan, skor 0-0 tetap bertahan. Babak pertama berakhir dengan rasa frustrasi bagi Barcelona yang unggul penguasaan bola, namun belum mampu mengonversinya menjadi peluang nyata.

Babak Kedua: Tekanan Intens dan Gol Pemecah Kebuntuan

Memasuki paruh kedua pertandingan, Barcelona tampil dengan intensitas yang jauh lebih tinggi dan langsung menekan pertahanan Racing Santander secara agresif. Perubahan tempo ini menjadi penanda Babak Kedua: Tekanan Intens dan Gol Pemecah Kebuntuan, di mana Blaugrana mulai menemukan ritme permainan mereka setelah sebelumnya menemui jalan buntu, hingga akhirnya mampu memaksakan keunggulan melalui dominasi dan kesabaran dalam membangun serangan.

Memasuki babak kedua, Barcelona meningkatkan tempo permainan. Intensitas tekanan terhadap pertahanan Racing Santander terlihat jauh lebih tinggi. Lamine Yamal langsung memberikan ancaman serius pada menit ke-47 melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melenceng tipis dari sasaran.

Dua menit berselang, giliran Marcus Rashford yang memperoleh peluang emas. Penyerang asal Inggris itu melepaskan tembakan keras, namun kiper Racing Santander, Jokin Ezkeita, tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang tersebut. Ezkeita menjadi sosok penting bagi tuan rumah dengan sejumlah penyelamatan krusial.

Barcelona terus menggempur pertahanan Racing. Lamine Yamal kembali mendapatkan peluang pada menit ke-52, tetapi lagi-lagi Ezkeita mampu menghalau bola. Bahkan, satu peluang lainnya dari Yamal sempat membentur mistar gawang, membuat publik El Sardinero menahan napas.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66. Gol berawal dari visi bermain Fermin Lopez yang mengirimkan umpan terukur ke ruang kosong di lini pertahanan Racing. Ferran Torres yang melakukan pergerakan cepat mampu mengontrol bola dengan sempurna, melewati kiper, lalu menceploskan bola ke gawang yang sudah tak terjaga.

Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan. Barcelona bermain lebih lepas setelah unggul, sementara Racing Santander terpaksa membuka permainan demi mengejar ketertinggalan. Situasi ini memberi ruang lebih bagi Blaugrana untuk melancarkan serangan-serangan berbahaya.

Gol Penutup Lamine Yamal dan Makna Kemenangan Barcelona

Gol Penutup Lamine Yamal dan Makna Kemenangan Barcelona menjadi penegasan dominasi Blaugrana atas Racing Santander dalam laga babak 16 besar Copa del Rey. Keunggulan yang di raih tidak hanya memastikan kelolosan ke perempat final, tetapi juga mencerminkan kematangan permainan Barcelona dalam mengelola tekanan dan memanfaatkan momen penting di laga sistem gugur.

Setelah unggul 1-0, Barcelona tidak mengendurkan tekanan. Mereka berusaha menambah gol untuk memastikan kemenangan tidak lepas dari genggaman. Raphinha sempat memiliki peluang pada menit ke-69, namun sepakannya masih belum menemui sasaran.

Racing Santander mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan, tetapi perbedaan kualitas terlihat jelas. Setiap upaya tuan rumah kerap kandas sebelum benar-benar mengancam gawang Barcelona. Lini belakang Blaugrana tampil disiplin dalam mengantisipasi serangan balik.

Gol kedua Barcelona akhirnya tercipta pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+6. Kombinasi apik antara Raphinha dan Lamine Yamal menjadi penutup sempurna laga ini. Raphinha mengirimkan umpan ke tiang jauh, dan Lamine Yamal yang berdiri bebas tanpa kawalan dengan tenang menuntaskan peluang tersebut menjadi gol.

Gol ini menegaskan peran penting Lamine Yamal dalam skuad Barcelona. Selain mencetak gol, pemain muda tersebut tampil aktif sepanjang pertandingan dan kerap merepotkan pertahanan Racing Santander dengan kecepatan serta kreativitasnya.

Kemenangan 2-0 ini memastikan Barcelona melaju ke perempat final Copa del Rey 2025/2026. Lebih dari sekadar tiket ke fase berikutnya, hasil ini menjadi simbol kedewasaan Barcelona dalam menghadapi laga-laga sulit. Mereka berhasil menghindari nasib yang menimpa Real Madrid dan menunjukkan bahwa mentalitas juara masih melekat kuat di tubuh Blaugrana.

Dengan perpaduan pemain muda berbakat dan pengalaman para pemain senior, Blaugrana kini menatap babak perempat final Copa del Rey dengan optimisme tinggi. Meski tantangan ke depan di pastikan semakin berat, kemenangan meyakinkan di Stadion El Sardinero menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi dan ambisi mempertahankan gelar yang di usung Barcelona.